Usia Berapa Si Kecil Boleh Masuk Playgroup?

Mam, kebanyakan playgroup menerima murid rata-rata berusia 2,5 tahun. Tapi tentu saja tidak semua anak memiliki kesiapan yang sama. Ia harus siap secara fisik, sosial dan emosi agar dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang telah diatur dan dirancang oleh para guru.

Tahukah Mam, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Carnegie Foundation ditemukan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam pendidikan anak usia dini umumnya lebih sehat dan ‘kaya’ pengalaman dibandingkan teman-teman seusianya.

Lalu, apa saja hal-hal yang menandakan seorang anak telah siap untuk masuk playgroup?

•    Sudah pintar ‘pup’ atau ‘pipis’ di toilet  

Hal yang cukup penting ketika anak memasuki playgroup adalah ia telah ‘lulus’ potty training atau latihan menggunakan toilet. Walaupun para guru tentunya masih akan membantu si Kecil, namun ada baiknya anak sudah terbiasa untuk buang air di toilet (tidak menggunakan diapers lagi).

•    Mandiri dalam mengerjakan beberapa tugas sederhana

Si Kecil sudah bisa mencuci tangannya, ikut membereskan mainan yang berserakan, menaruh barang kembali ke tempatnya, mengancingkan atau menarik ritsleting bajunya sendiri.

•    Mengekspersikan diri dengan baik

Tentu saja cara anak berekspresi beda dengan orang dewasa, setidaknya si Kecil telah mampu menyampaikan sesuatu melalui kata-katanya sendiri, tidak bersikap emosional (tantrum). Dalam pendidikan anak usia dini, kemampuan berekspresi ini akan terus diasah sehingga sedikit demi sedikit kebiasaan tantrum pun akan hilang.

•    Memiliki konsentrasi yang cukup baik

Konsentrasi dibutuhkan agar anak dapat mengikuti kegiatan di kelas playgroup-nya dengan baik. Pada usia 2-3 tahun anak memang masih memiliki rentang konsentrasi yang terbilang singkat. Jika ia dapat berkonsentrasi melakukan sesuatu selama 10-20 menit saja sudah dianggap cukup baik.

•    Siap secara emosional

Beberapa anak merasa gelisah kala harus berpisah cukup lama dengan orangtuanya (separation anxiety). Jangan paksakan anak untuk masuk playgroup jika ia belum bisa mengatasinya, walaupun usianya sudah 2 tahun. Biarkan anak mengatasi sisi emosinya terlebih dahulu.

•    Daya tahan mengikuti kegiatan

Masuk playgroup berarti anak harus mengikuti serangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan atau diatur oleh para guru. Jika ia tak memiliki ketahanan untuk mengikuti kegiatan tersebut atau masih terlihat semaunya, mungkin belum waktunya ia masuk playgroup.

Mam, anak belum bisa masuk playgroup di usia 2 tahun itu masih terbilang wajar. Pendidikan anak usia dini masih bisa dilakukan kala usianya 4-5 tahun dan masuk taman kanak-kanak. Selain itu, kenali gangguan pertumbuhan si kecil agar Mam dapat selalu memastikan bahwa ia tumbuh secara optimal.

Sumber:

•    http://www.babycenter.com/0_how-to-tell-if-your-child-is-ready-for-preschool_64544.bc
•    http://www.webmd.com/parenting/features/my-child-ready-preschool#1
•    https://www.understood.org/en/learning-attention-issues/signs-symptoms/academic-readiness/how-to-know-if-your-child-is-ready-for-preschool

Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Lewat Bermain Bebas

Selain bermain aktif, bermain bebas juga tak kalah penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Untuk itu, yuk cari tahu berbagai informasi seputar bermain bebas di artikel berikut ini!

Bermain bersama si Kecil memang sangat menyenangkan ya, Mum. Apalagi ketika melihat tingkah lucunya saat melakukan berbagai aktivitas. Sungguh menggemaskan! Ya, mengajak si Kecil bermain bersama memang penting dilakukan secara rutin guna membantu mengoptimalkan tumbuh kembangnya.
Di samping itu, menyediakan waktu agar ia bisa bermain bebas ternyata tak kalah penting lho, Mum. Pasalnya, jenis permainan yang satu ini juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Untuk tahu lebih jauh tentang bermain bebas, yuk simak pembahasannya berikut ini!

Apa Itu Bermain Bebas?

Bermain bebas adalah kegiatan tak terstruktur yang bersifat spontan dan dilakukan si Kecil, murni atas kemauannya sendiri. Selain tidak memiliki peraturan dan tujuan tertentu, bermain bebas juga tidak melibatkan orang dewasa dalam aktivitasnya. Meskipun begitu, bukan berarti Mum boleh membiarkannya bermain begitu saja. Mum tetap harus mengawasi si Kecil agar ia tidak melakukan hal-hal yang mungkin bisa berbahaya.

Permainan Seperti Apa yang Masuk Dalam Kategori Bermain Bebas?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, segala kegiatan yang dilakukan si Kecil atas kemauannya sendiri dan tidak memiliki peraturan tertentu, bisa dikategorikan sebagai bermain bebas. Sebut saja berpura-pura menjadi super hero, menyusun mainan blok, dan bermain boneka. Permainan seperti ini sangat baik untuk stimulasi tumbuh kembang anak karena dapat melatih kreativitas, imajinasi, hingga kemampuan dalam memecahkan masalah.

Adakah Cara yang Bisa Dilakukan untuk Membiasakan si Kecil Bermain Bebas?

Bermain bebas memang bersifat spontan dan tidak terstruktur. Namun, Mum tetap bisa mendorong si Kecil untuk terbiasa bermain bebas dengan tips di bawah ini:

  • SediakanOpen-ended Toys

Menurut Kenneth R. Ginsburg, M.D., seorang dokter anak di The Children’s Hospital of Philadelphia dan penulis laporan khusus tentang bermain di American Academy of Pediatrics, mainan sederhana justru dapat mendorong si Kecil jadi lebih kreatif. Oleh karena itu, open-ended toys atau mainan yang bisa digunakan untuk membuat berbagai kreasi seperti blok dan playdough, lebih disarankan untuk diberikan pada si Kecil dibandingkan mainan dengan peraturan yang mengikat seperti buku mewarnai dan permainan papan.

  • Hindari Terlalu Banyak Kegiatan Terjadwal

Mendaftarkan si Kecil untuk mengikuti berbagai kelas seperti kesenian, musik, dan olahraga memang baik agar anak cerdas dan aktif. Namun, terlalu banyak kegiatan yang terjadwal malah dapat mengurangi waktu dan tenaganya untuk bermain bebas. Jadi, sebaiknya Mum membatasi kegiatan terjadwal si Kecil dan memanfaatkan waktu untuk lebih banyak beraktivitas bersama dan memberikannya kesempatan bermain bebas.

  • Ajak si Kecil ke Taman Bermain

Guna ‘memancing’ si Kecil untuk bermain bebas, Mum bisa mengajaknya ke taman atau lapangan yang biasa digunakan sebagai tempat bermain oleh anak-anak sebayanya. Tapi ingat, Mum tidak perlu menyuruhnya bermain bersama anak-anak di sana, karena hal tersebut justru menghilangkan tujuan dari bermain bebas itu sendiri. Jadi, dampingi si Kecil dan berikan ia kebebasan untuk melakukan aktivitas yang memang diinginkannya.

Mengembangkan Otak Kanan Anak

Dalam proses mengembangkan otak kanan seringkali kita sebagai orang tua selalu menganggap sepele dan lebih mengedepankan perkembangkan otak kirinya dengan diberikan asupan – asupan kedalam otak kiri anak, jika hal ini terus kita lakukan maka anak
hanya bisa menjalankan perintah apa yang sudah di cerna dalam otak kirinya dan tidak ada kreativitas baru.

kita tahu banyak sekali anak-anak yang sulit mengikuti pelajaran di sekoah. Jika hal ini terjadi pada anak anda, bisa jadi anak anda adalah anak yang lebih dominan otak kananya.

 

Dalam proses mengembangkan otak kanan ini, jika seorang anak yang mendapatkan berkah dari Tuhan dengan memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pencipta dan penemu hal-hal baru didunia ini baik dalam bidang seni maupun bidang sains. berdasarkan penelitiaan anak yang cenderung berotak kanan belahan kananya lebh dominan dalam berpikir ketimbang belahan otak kirinya.

 

Seorang peneliti otak menemukan bahwa otak manusia bagian berpikir tingkat tinggi terjadi kedalam 2 belahan, yakni belahan otak kiri dan belahan otak kanan, sesuai letak posisi tangan kita. masing masing anak memiliki kecenderungan domainan yang berbeda dalam hal berpikir. dari kedua belahan otak tersebut, ada anak yang lebih dominan menggunakan otak kanan, ada anak yang seimbang tapi ada juga yang dominan otak kiri.

 

Untuk mengetahui kecenderungan otak anak anda, mana yang lebih dominan dalam bereaksi, lakukan test berikut ini :

 

  • Minta angkat kedua tangan Anda.
  • Kemudian minta ia menggoyang goyangkan dan lemaskan jemari-jemari tangan anak Anda.
  • Kemudian pertemukan jemari tangan kanan dengan jemari tangan kiri sehingga persis dalam posisi orang yang hendak berdoa atau memohon.
  • Setelah jemari anak Anda saling menggenggam, coba lihat posisi ibu jadi yang berada paling atas.
  • Apakah ibu jari tangan kiri atau ibu jadi tangan kanan?
  • Jika ibu jari kiri yang di atas maka anak Anda adalah dominan otak kiri.

 

Inilah mengapa seringkali banyak yang bermasalah dengan belajar di sekolah. Berdasarkan penelitian, ternyata kebanyakan sistem belajar mengajar di sekolah masih menggunakan pola dan cara yang dominan otak kiri. Sementara otak kanan dan otak kiri manusia memiliki perbedaan cara kerja yang sangat jauh bahkan saling bertentangan, atau mungkin lebih tepatnya otak kanan dan otak kiri ada untuk saling melengkapi kekurangan masing masing.

 

Semangat berpikir anak akan tumbuh jika dirinya mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien. Sekarang ini banyak sekali metode belajar yang ditawarkan sekolah dan tempat kursus. namun yang terbaik adalah metoda belajar yang berdasarkan cara kerja alami otak manusia. Metode ini tepat karena mengajarkan anak belajar dengan menggunakan kadua belahan otak yaitu otak kiri dan otak kanan. Dimana selama ini metoda belajar di sekolah hanya melibatkan otak kiri.

Rich VS Happy

“Jangan mendidik anak untuk menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya. Karena anak yang bahagia lebih mudah untuk menjadi kaya”

Keinginan dan obsesi utnuk menjadi kaya dalam hidup tidak sepenuhnya salah, tetapi jika hal itu ditanamkan sedari dini, besar kemungkinan akan terbentuk obsesi-obsesi yang berlebihan, dan apabila tidak tercapai akan menimbulkan besarnya penyesalan dan keputus-asaan.

Kita semua pernah mendengar kalimat ini bukan? Uang bukanlah hal yang paling penting dalam hidup, ada begitu banyak nilai lain seperti kebahagiaan, kebajikan, cinta, kebaikan, rasa syukur yang lebih berat daripada uang dalam hidup. Tapi tidak peduli apa kata dalam kutipan ini,  ini hanya cara memberitahu kepada anda bagaimana memimpin hidup Anda, Anda sangat tahu meskipun uang bukanlah hal yang paling penting dalam hidup, itu sangat membuat hidup lebih mudah .

Seberapa penting sebenarnya uang ini?

menurut definisi, uang hanyalah sebuah komoditas, sebuah mode untuk pertukaran barang dan itulah akhirnya. Itu tidak berarti menentukan siapa diri anda,dan  itu tidak menentukan seberapa bahagia Anda, juga tidak menentukan bagaimana Anda akan menjadi penting bagi dunia ini.

Tetapi ini menentukan berapa banyak yang dapat kita beli karena kita semua menyukai daya beli yang baik.

Kemudian lagi, kita tidak berbicara tentang filsafat di sini, kita berbicara tentang bagaimana kita membuat hidup kita sedikit lebih sederhana dan apa yang sebenarnya dapat kita terapkan dari pikiran dan kutipan dalam kehidupan ini atau hanya aspek filosofis belaka tidak banyak membantu kita, melakukannya?!

Pada tahap tertentu, kita semua harus mulai percaya bahwa bahagia itu benar-benar mudah dalam hidup. Ini bukan matematika di mana Anda memukul nol nol atau apakah itu sangat dapat diprediksi di mana jika Anda menambahkan 1 dan 1 Anda mendapatkan dua dan Anda melakukan sesuatu – Anda merasa bahagia. Anda juga merasa bahagia berkali-kali ketika Anda tidak melakukan apa pun juga. Lalu bagaimana kita memanfaatkan potensi kebahagiaan ini?

Sederhana – menjadikannya prioritas dalam hidup. Banyak dari kita yang telah diajarkan tentang pentingnya uang yang dijalankan oleh pikiran kita tentang bagaimana kita dapat menabung lebih banyak dan bagaimana kita dapat menghasilkan lebih banyak. Tetapi secara budaya, sangat sedikit dari kita yang telah diajarkan bagaimana menjadi bahagia, apa yang membuat kita bahagia dan di mana menemukan kebahagiaan ini. Seperti yang kami nyatakan di atas, kebahagiaan lagi adalah kebajikan sederhana, kita hanya perlu duduk dan mengidentifikasi hal-hal yang membuat kita bahagia. Dan kita perlu memastikan bahwa itu tidak terlalu banyak untuk membuat kita bahagia. Terkadang yang dibutuhkan hanyalah senyum atau musik yang bagus atau makanan enak. Iya nih! Uang dapat membelikan Anda makanan, tetapi hanya Anda yang bisa membeli kebahagiaan Anda di dunia ini. Uang pasti bisa menjadi cara yang baik untuk sampai ke sana dan juga lebih mudah, tetapi sekali lagi kita berbicara tentang mengatur tentang prioritas di sini – yang Anda butuhkan lebih penting – apakah itu saldo bank yang lebih besar atau lebih banyak senyum dalam hidup Anda.

Tips Agar si Kecil Tetap Sehat saat Bermain di Luar

Apakah anak Anda sering bermain di luar? Terapkan tips berikut ini agar dirinya tak mudah terserang penyakit.

Mengoptimalkan tumbuh kembang anak tak hanya mengandalkan makanan sehat dan bergizi seimbang. Orang tua juga perlu membiarkan si Kecil mengeksplorasi dunia dengan membiarkannya bermain di luar ruangan bersama teman-teman sebayanya.

Namun sayang, tak sedikit orang tua yang merasa khawatir untuk membiarkan anak bermain di luar ruangan. Banyak alasan yang mendasari pemikiran tersebut, misalnya: bermain di luar ruangan membuat tubuh anak mudah kotor dan terpapar kuman sehingga lebih rentan terhadap penyakit.

Sebagai orang tua, memiliki pemikiran seperti itu memang sah-sah saja. Namun ada kalanya orang tua harus ‘mengalah’ dan membiarkan anak bermain di luar ruangan. Sebab, bermain di luar bisa mendatangkan manfaat berikut pada anak

  • Pertumbuhan fisik anak lebih optimal
  • Anak lebih kreatif dalam berpikir
  • Mengasah rasa percaya diri pada anak
  • Mengurangi risiko obesitas pada anak
  • Konsentrasi dan fokus anak lebih baik

Lantas, bagaimana dengan risiko paparan kuman penyebab penyakit jika anak bermain di luar? Tenang, Anda tak perlu khawatir. Anda hanya perlu menerapkan tips berikut, agar si Kecil tetap sehat saat main di luar ruangan:

·         Berikan anak vaksinasi rutin

Vaksinasi adalah proses memasukkan ‘antibodi’ ke dalam tubuh, agar mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu. Jadi, apabila si Kecil mendapatkan vaksinasi, dirinya akan lebih terlindung dari berbagai risiko penyakit.

Satu hal yang perlu Anda ketahui, vaksinasi tetap bisa membuat si Kecil terserang penyakit. Hanya saja, risikonya menjadi lebih kecil daripada mereka yang tidak vaksin sama sekali.

·         Berikan makanan sehat dan bergizi seimbang

Tak hanya menyajikan zat gizi penting untuk proses tumbuh kembang, makanan sehat dan bergizi seimbang juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Ini artinya, dengan memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari pada si Kecil, dirinya tidak akan mudah terserang penyakit sekalipun sering bermain di luar ruangan.

Dalam menyajikan menu sehat dan bergizi seimbang, ingatlah untuk memberi si Kecil makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta air pada porsi secukupnya.

·         Cuci tangan secara rutin dan teratur

Tangan bisa menjadi gerbang masuknya kuman penyebab penyakit ke dalam tubuh. Oleh karena itu, agar si Kecil tak mudah sakit, ajarkan dirinya untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Aktivitas sehat ini sangat penting dilakukan secara berkala, khususnya sebelum makan, setelah beraktivitas atau bermain di luar, setelah buang air di toilet, dan setelah memegang benda-benda yang kotor.

·         Mandi dengan sabun antibakteri

bermain di luar membuat tubuh anak mudah berkeringat, juga terpapar oleh debu. Keadaan ini bisa membuat tubuh si Kecil diselimuti oleh kuman yang tak kasat mata.

Sebagai upaya mencegah anak terserang penyakit, pastikan si Kecil mandi menggunakan air bersih dan sabun antibakteri. Menurut penelitian yang dipublikasikan di The Journal of the American Medical Association, penggunaan sabun antibakteri saat mandi dapat menurunkan risiko infeksi kuman hingga 44 persen.

Jangan biarkan si Kecil terus terkurung di dalam rumah. Berikan ia kesempatan untuk menjelajahi dunia, dengan membiarkannya bermain di luar ruangan bersama teman-teman sebayanya. Anda tak perlu khawatir akan risiko paparan kuman penyebab penyakit. Selama menerapkan tips di atas dengan saksama, niscaya hal-hal buruk seperti itu tidak akan terjadi.